Selasa, 04 Oktober 2011

DASAR-DASAR TEORI VON THUNEN

A.    Pendahuluan

J.H Von Thunen merupakan seorang ahli Ekonomi Pertanian dari Jerman yang muncul sekitar tahun 1826-1850. Beliau mengeluarkan teori yang dikenal sebagai Teori Lokasi Pertanian. Von Thunen beranggapan bahwa pertanian adalah komoditi yang cukup besar di perkotaan. Kegiatan yang sudah ada sejak lama ini pada awal berkembangnya masih kurang efektif, karena pada masa itu letak area pertanian yang strategis belum terlalu diperhatikan oleh para pelaku pertanian, akibatnya para petani yang berlokasi jauh dari pusat pasar atau kota terpaksa harus menempuh jarak yang jauh hanya dengan alat transportasi yang sederhana untuk dapat menjual hasil panennya. Hal ini tentu cukup merugikan mereka karena upah yang didapatkan tidak sebanding dengan usaha yang dilakukan oleh para petani tersebut. Keadaan tersebut kemudian melatarbelakangi Von Thunen untuk berpikir mengenai pentingnya mengatur area pertanian secara lebih ekonomis. 

B.   Dasar-dasar Teori Von Thunen

Von Thunen mengidentifikasi tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa lahan (pertimbangan ekonomi). Perbedaan ongkos transportasi tiap komoditas pertanian dari tempat produksi kepasar terdekat mempengaruhi jenis penggunaan tanah yang ada disuatu daerah. Von Thunen berpendapat bahwa suatu pola produksi pertanian berhubungan dengan pola tata guna lahan diwilayah sekitar pusat pasar atau kota. Dalam teori ini ia mengeluarkan asumsi-asumsi sebagai berikut :
  • Pusat pasar atau kota semestinya berada pada titik pusat suatu wilayah yang secara geografis bersifat homogen
  • Hubungan yang berbanding lurus terjadi antara biaya transportasi dengan jarak.
  • Biaya angkutan ditanggung oleh petani dan besarnya sebanding dengan jarak yang ditempuh.
  • Petani  akan cenderung memilih jenis tanaman yang dapat menghasilkan manfaat dan keuntungan yang maksimal sesuai dengan permintaan pasar.
Menurut Von Thunen tingkat sewa lahan adalah paling mahal di pusat pasar dan makin rendah apabila makin jauh dari pasar. Von Thunen menentukan hubungan sewa lahan dengan jarak ke pasar dengan menggunakan kurva permintaan. Berdasarkan perbandingan (selisih) antara harga jual dengan biaya produksi tersebut, masing-masing jenis produksi memiliki kemampuannya untuk membayar sewa lahan. Makin tinggi kemampuannya untuk membayar sewa lahan, makin besar kemungkinan kegiatan itu berlokasi dekat ke pusat pasar. Hasilnya adalah suatu pola penggunaan lahan berupa diagram cincin. Perkembangan dari teori Von Thunen adalah selain harga lahan tinggi di pusat kota dan akan makin menurun apabila makin jauh dari pusat kota.
Asumsi-asumsi diatas inilah yang kemudian mendorong para petani untuk menyewa lahan yang mendekati pusat pasar atau kota agar dapat memperoleh keuntungan secara maksimal meskipun harus mengeluarkan nominal yang cukup besar.

C.   Kesimpulan

Gagasan utama yang dapat diambil dari Teori Von Thunen adalah bahwa tata guna lahan akan mempengaruhi nilai sewa suatu lahan. Area yang berada dipusat pasar atau kota akan memiliki nilai atau harga yang lebih mahal dibandingkan lahan yang berlokasi jauh dari pusat pasar. Banyaknya kegiatan yang berpusat pada kota atau pusat pasar ini menjadikan kota memiliki nilai yang lebih ekonomis  untuk mendapatkan keuntungan maksimal bagi para pelaku pertanian. Perbedaan yang  disebabkan oleh faktor jarak ini menentukan nilai suatu barang, semakin jauh jarak yang ditempuh oleh para petani maka biaya transportasi yang dikeluarkan akan semakin meningkat, sehingga para petani akan memilih untuk menyewa lahan yang lebih dekat dengan pusat pasar atau kota dengan harapan bisa mendapatkan nilai atau harga barang yang lebih tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang tinggi. Namun demikian, jika kita cermati Teori Von Thunen pada masa sekarang, sepertinya teori ini tidak dapat sepenuhnya diterapkan meskipun perbedaan sewa lahan di wilayah kota dinilai lebih tinggi namun permasalahan mengenai biaya transportasi yang terjadi pada masa itu kini sudah tidak terlalu membebani para pelaku pertanian pada masa sekarang, karena jasa angkutan sudah sangat jauh berkembang dibandingkan pada masa itu, sehingga area pertanian tidak harus selalu mendekati pusat pasar atau kota. 

1 komentar:

lahan apa maksudnya? maaf..saya org malaysia. tidak faham

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites